Orientasi hari ke 3

Aku sudah 3 hr  berada di akron,
mengalami banyak pengalaman seru dan melelahkan.
Dengan begitu banyak orang berbeda bahasa (39 org),
ditambah orang amrik sendiri membuat aku berpikir dengan bahasa inggris.
Kurasa udah ada kemajuan dalam bahasa inggrisku,
lebih cepat responnya walaupun kl ngomong masih belepotan.
Tetapi tidak semua pengalamannya bagus juga.
Karena latar belakang dan budaya yg berbeda agak sulit jg mencari orang yg cocok dengan kita.
Belum pny teman akrab yg isa langsung nyambung omongane. Tetapi udah kenalan sama semua org yg ada.
Aku beranggapan bahwa aku org  yang imannya masih anak2, at least remaja, dan blm berkembang dewasa dan orang yg ikut program ini adalah org yg imannya wah (holy semua).
Sehingga agak minder juga dalam hal itu.
Tetapi setelah berkenalan dengan banyak orang dan ngobrol dengan mereka, ada beberapa org yg aku anggap lebih parah dari aku (tidak tau hrs bersyukur apa tidak, mestinya tidak sih).
Ada org dari afrika yg tidak berdoa waktu makan. Waktu ditanya kenapa tidak berdoa, dia malah tanya balik buat apa berdoa buat makanan.
Dia beranggapan bahwa doa adalah untuk diri sendiri saja.
Dan tidak perlu berdoa untuk hal lain.
Aku tidak tahu apakah itu budaya dari negaranya atau sesuatu yang lain.
Ada jg orang dari amerika latin.
Dia pintar main gitar dan membantu dalam pujian waktu ibadah.
Tetapi rada play boy dan beranggapan bahwa menikah adalah hal yang seharusnya tidak dilakukan.
Lalu maunya apa coba??
Tetapi ada juga yang luar biasa.
Ada teman dr mesir yang berkotbah waktu ibadah, dan menurutku itu kotbah yang bagus. Dan dia bertindak sesuai dengan ucapannya (tidak mencla-mencle).
Hari ini baggage dr Indonesia datang 1 (dr 7 yang hilang), tapi bukan punyaku.
Parahnya adalah semua isinya basah, mungkin kehujanan.
Tidak bisa membayangkan kalau basah atau rusak, atau bahkan hilang.
Tapi aku berdoa agar semuanya baik2 aja.
Tadi malam kita berjalan-jalan ke RMC (Resource Menonite Center).
RMC adalah sebuah warehouse dimana bantuan yg diberikan MCC ke seluruh dunia dibuat.
MCC mengumpulkan barang2 yang tidak terpakai seperti kain perca, mur dan sgala hal lainnya termasuk pakaian bekas.
Ada orang yg berumur 92 thn dtg 3 kl seminggu untuk membuat keset,tas untuk dijual oleh MCC.
Dari kain perca dapat dibuat selimut dan mur dikumpulkan dari peralatan yg tidak dipakai lagi. Tadi tidak dengar penjelasannya jadi tidak tahu apa gunanya mur itu.
MRC juga membuat paket alat tulis yg berisi 4 buku, 1 penggaris, 4 pensil, 1 penghapus dan 1 kotak pensil warna/crayon.
Ditaruh dalam tas kecil yang merupakan hasil jahitan sendiri dari kain perca.
Disumbangkan ke negara2 yg mengalami konflik dan miskin.
Warehouse-nya besar sekali,  bahkan ada  gudang utk daging  kalkun kemasan dalam kaleng.
Pernah diberikan pada korea utara pada saat tidak ada pasokan makanan internasional gara- gara perang korea.
Lalu kita merasakan bekerja disana, menjahit kain perca (aku tidak melakukan itu), memotong kain jeans menjadi potongan kotak kecil, mencopoti mur dan menempatkan alat tulis dalam tempatnya. Juga memilah baju bekas dari baju anak2 sampai dewasa dan cowok cewek.
Setelah itu kita dapat jus mangga (disini mangga sangat mahal dan sulit carinya).
Itu menambah satu pengalaman baru buat aku.
Walaupun tidak semua hal baru menyenangkan dan cocok buat aku, tapi setidaknya aku tahu bagaimana pengalaman ikut mengubah hidup (belum berubah banyak sih, hehe).
Tapi pasti untuk ke depannya.
Oh ya, disini ada ruang doa yg berisi peta dunia, buku2 pendukung untuk berdoa dan yg luar biasa adalah terdapat pohon doa. Pohon doa adalah kita menempel nama orang yg kita doakan dalam daun kertas  yg tersedia lalu ditempelkan dalam pohon itu (bukan pohon betulan tapi kertas di dinding yang ada gambar pohonnya). Ada juga kertas yg boleh digambari semau kita. Ada berbagai macam spidol dan bahkan malam untuk membuat berbagai hal untuk didoakan. Kita dapat menyalakan lilin dan mematikan lampu untuk berdoa. Tadi sempat berdoa buat teman2 disini (tidak percuma jd pendoa di gereja, hehe) pas nunggu giliran main internet.
Tiga hari ini sungguh luar biasa ttg segala hal dan sangat melelahkan juga  aplagi kita ada acara sepanjang hari dr jam 9 sampe 8.(dan masih ngenet pagine, skrg jam 2.20). Dan krn breakfast jam 7.30, jd aku kurang tidur,hehe.
That’s all today, kl besok kuat melek aku nulis blog lagi.
Thx buat yg baca,
GBU

Hai, kmrn adalah hari ke 4 orientasi (16 Agst). Dan hari ini adalah hari terakhir  berada  di Akron.
Nanti malam  jam 6.30 pm  akan berangkat ke Kanada. Sekarang masih jam 5.50 ampada  saat mulai menulis blog ini.
 
Kemarin kita mendiskusikan tentang culture shock dan harrasment. Pada suatu sesi, kita membicarakan tentang hak anak-anak di amerika dan Kanada. Di sana, anak2 sangat dilindungi sehingga hukumannya berat bagi orang yang melakukan kajahatan pada anak2. Lalu, ada suatu contoh kasus yang ditanyakan. Bagaimana jika kita menemukan seorang anak perempuan  sedang menangis di suatu tempat sendirian kehilangan orangtuanya dan tidak ada orang lain disana? Jika anak itu ditolong, misal dengan  menggendong atau menggandengnya dan dia menangis, orang yang melihat mungkin akan mengira kalau anak itu dilecehkan atau akan dilecehkan. Dan akan dilaporkan polisi oleh orang yang melihat. Lalu bagaimana caranya menolong anak itu tanpa menjadikan diri orang yang menolong sebagai tersangka? Ternyata jawabannya tidak semudah itu. Bila ditolong, orang yang menolong akan dalam posisi yang cukup meyakinkan untuk menjadi tersangka kejahatan. Tetapi jika tidak ditolong, kasihan anaknya. Jika menelpon polisi (kalau ada telepon umum) tetap akan menjadi saksi atau semacamnya, dan karena kita bukan penduduk setempat, akan lebih rumit prosedurnya. Pada akhirnya kita tidak menemukan jawaban yang memuaskan. Isu hak asasi manusia terutama wanita dan anak2 sangat sensitif di amerika kanada.

Di sesi yang lain, kita mendapat materi tentang perlindungan terhadap harrasment. Maksudnya pelecehan secara rasial, gender, agama dan sebagainya. Ada banyak peraturan (belum sempat membaca) dan tipe perlindungan yang didapat. Karena terlalu banyak sesi pada hari ini maka sesi itu tidak begitu diperhatikan, selain karana merupakan peraturan tertulis (sekitar 8 lembar) toh kita sudah membicarakan sebagian isinya pada sesi sebelumnya.

Setelah selesai, kita makan malam di rumah Amish people. Amish adalah orang2 yang mempunyai moto simple living, dan menerpkannya dengan tidak memakai alat elektronik (kecuali kulkas, karena mereka memiliki peternakan, dan ada produk yang harus disimpan dalam kulkas). Bepergian dengan kereta kuda dan hidup bertani dan beternak. Dan mereka tidak mau difoto. Jadi seperti tertutup dari dunia luar.
Terus terang aku agak syok ada orang seperti ini di amerika. Tidak sperti yang biasa dilihat di tv tentang amerika. Banyak sawah jagung dan maze(gandum kali ya? gak tau indonesianya) dan hanya ada sedikit penduduk yang tinggal. Sedikit rumah dan rumahnya terbuat dari kayu. Maksudnya kayu tidak seperti di Indonesia, tetapi kualitasnya bagus. Soalnya gedung MCC terbuat dari tembok, jadi rada syok.
Tetapi makanannya enak sekali. dan dapat makan ayam. Sebelumnya hanya sekali makan ayam dan itupun fillet buat burger. Tapi kali ini betul2 ayam (ada tulangnya, hehe) dan empuk sekali. Banyak macam makanan dan ada beberapa yang bahkan bingung bagaimana makannya, dan sauce ini buat masakan yang mana, dsb. Untung ada orang dari jerman yang semeja, dia yang mengajar dan menjelaskan.
Selesai makan, kita jalan-jalan disekitar situ dan  ada anak yang jual tapal kuda dengan harga antara 1-3dollar. Ada kejadian lucu, ada teman yg masuk ke peternakan cukup jauh, dan dikejar sama anjing yang jaga. Katanya anjingnya seukuran keledai dan mulutnya besar sekali. Dia digigit di paha kakinya. Untungnya tidak luka, hanya memar saja.

Masih ada hal yang mengganjal. Yaitu baggage masih blm ketemu. Dan kalau misalnya
memang betul-betul hilang bagaimana ganti ruginya masih belum tahu. hari ini terakhir di Akron, dan aku berharap semua sudah beres sebelum ke Kanada.
Ok, demikian blog hari ini, thank you udah baca.
GBU all

One Response to “Orientasi hari ke 3”

  1. Ivanna Says:

    AMISH…. bukan Almy’s

Leave a Reply